Judi di Indonesia Ilegal, Ada Hukumnya, Loh!

Judi di Indonesia Ilegal, Ada Hukumnya, Loh!

stop-judi

stop-judiJudi di Indonesia illegal – Di Indonesia, judi bukanlah sesuatu yang baru. Judi merupakan permainan yang lebih mengandalkan keberuntungan dan ada taruhan di dalamnya, baik uang, barang atau jasa. Ada banyak jenis judi yang ada di Indonesia, seperti togel, sabung ayam, bola dan masih banyak lagi. Namun apapun jenisnya, segala sesuatu yang memiliki taruhan di dalamnya dan hanya mengandalkan prediksi dan keberuntungan dikatakan sebagai judi.

Di tanah air sendiri, judi menjadi kegiatan yang dilegalkan. Segala bentuk judi yang dilakukan ada bentuk kejahatan karena merugikan orang lain. Hal ini berdasarkan UU No. 7 tahun 1974 yang mengatakan bahwa judi merupakan bentuk kejahatan yang lainnya. Tak ayal, pelaku judi di Indonesia akan mendapatkan hukuman jika kedapatan dengan sengaja atau berkesempatan melakukan judi.
Namun bagi pecinta togel singapore tidak perlu khawatir, karena saat ini kami sudah menyediakan hasil lengkap dari keluaran sgp setiap hari yang tetap bisa anda cek pada situs kesayangan anda ini.

Perkembangan judi di Indonesia 

Tidak ada yang tahu pasti kapan judi di Indonesia mulai ada. Namun sejak dahulu, sabung ayam memiliki peranan dalam judi di Indonesia. Bagi masyarakat Jawa, sabung ayam sudah menjadi tradisi secara turun menurun. Kemudian, datangnya pedagang China, permainan judi di Indonesia semakin berangam. Masyarakat Indonesia, mulai mengenal yang namanya dadu, kartu dan domino.

Pada jaman Belanda tidak ada hukum berlaku pada perjudian. Bahkan, rumah judi mulai didirikan untuk mendapatkan keuntungan dari budak yang kecanduan judi. Belum lagi, tahun 1966 – 1977, judi pernah dilegalkan di Indonesia oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin. Banyak kasino di Jakarta juga didirikan. Judi yang dilakukan adalah judi lotre, di mana keuntungan akan disetorkan ke pemerintah.

Judi lotre terus berkembang hingga jaman Orde Baru. Berbagai macam lotre juga resmi, salah satunya adalah Lotto atau dikenal dengan Toto KONI. Kemudian ada kupon Porkas yang berganti menjadi KSOB pada tahun 1985. Namun setelah mendapatkan penolakan akan beberapa kalangan, KSOB dan Porkas dihapuskan. Namun bukan hanya dihapuskan, melainkan diganti nama dengan SDSB. Mekanisme sama dengan judi undian.

Hukum islam dalam judi

Perkembangan judi di Indonesia memang sudah berlangsung cukup lama. Bahkan hingga saat ini judi masih bisa dijumpai dalam beberapa daerah. Belum lagi, keberadaan judi online yang semakin memudahkan dalam melakukan hal ilegal yang satu ini. Walaupun begitu, judi tetap menjadi kegiatan ilegal saat ini.

Sebagai negara yang masyoritas islam, hukum judi sudah diatur dalam islam. Judi sendiri merupakan sesuatu yang haram dilakukan. Hal ini tertuang dalam Q.S Al Maidah ayat 90. Di mana, mengatakan bahwa judi menjadi bentuk perbuatan keji dan perbuatan setan, maka sepatutnya untuk dijauhi. Hal ini menjadi bukti bahwa judi merupakan sesuatu yang memang tidak diperbolehkan.

Hukum pidana di Indonesia akan judi

Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis hukum yang berlaku, yakni hukum agama, adat dan pidana. Untuk hukum agama sudah dijelaskan sebelumnya bahwa islam memang mengharamkan untuk melakukan kegiatan perjudian apapun bentuknya. Sedangkan untuk hukum adat tergantung akan adat setiap daerah masing – masing. Beberapa daerah masih melegalkan akan judi berlangsung. Contohnya saja, Bali dan Jawa tidak ada hukum adat akan pelaku sabung ayam. Pasalnya, hal tersebut merupakan tradisi turun temurun dan berkaitan dengan keagamaan.

Hal ini berbeda dengan Aceh yang menerapkan hukum adat akan pelaku judi. Walaupun sudah ada hukum pidana yang mengatur akan perjudian. Di Aceh, para pelaku judi akan dijatuhi hukum cambuk. Aceh sendiri memiliki hukum yang mengatur perjudian, yakni Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 13 tahun 2003 tentang maisir atau perjudian.

Di Indonesia sendiri, ada hukum pidana yang menjerat para pelaku judi. Tidak hanya pelaku judi saja, penyebar atau pembuat juga akan dijatuhi hukuman yang sama. Hal ini menandakan siapapun yang mempromosikan judi tentu akan mendapatkan hukuman yang sama dengan pelaku judi.

Hukum pidana perjudian di Indonesia, diatur dalam Pasal 303 KHUP yang mengatakan bahkan hukuman para pelaku judi adalah 10 tahun penjara maksimal dengan denda paling besar 25 juta rupiah. Lebih lanjut lagi, dalam pasal 303 ayat 1 KHUP menerangkan bahwa hukuman penjara paling lama 4 tahun dan denda paling besar 10 juta akan dijatuhkan pada para pelaku, pendistribusian dan pembuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *