Usaha Penerapan Larangan Judi Online Data Hk

Usaha Penerapan Larangan Judi Online Data Hk

 

 Di tengah semakin majunya teknologi, semakin tinggi juga tingkat kekhawatiran akan tindak kriminal dan negatif. Penyebaran hal negatif kini semakin mudah dilakukan secara lebih langsung melalui jaringan internet. Hal ini juga berlaku pada perjudian yang secara tegas dilarang oleh hukum di Indonesia. Namun sayangnya, orang-orang yang bersikeras melakukan perjudian selalu menemukan celah untuk tetap melakukan transaksi ilegal.

Sudah menjadi rahasia umum jika saat ini semakin banyak situs judi online yang bertebaran di dunia maya. Cara aksesnya yang mudah memungkinkan siapa saja untuk membukanya. Belum lagi internet yang kini bisa dibuka melalui ponsel dan aplikasi negatif yang gratis bisa diunduh melalui perangkat tersebut. Begitu juga dengan aplikasi judi. Meskipun sudah dibatasi dengan keamanan namun itu tetap bisa dibuka.

Pemblokiran Situs Perjudian

Permainan judi online pada dasarnya sama dengan permainan judi konvensional. Oleh sebab itu larangan judi online diberlakukan sebagaimana larangan terhadap judi daratan. Untuk melacak para pemainnya saat ini masih perlu banyak usaha karena permainannya kini bersifat pribadi dan lebih sulit terlihat. Namun begitu, berbagai cara telah pemerintah coba berlakukan demi pemberantasan perjudian online. Salah satu cara yang diberlakukan adalah dengan memblokir situs perjudian.

Sistem pemblokiran ini digagas pemerintah untuk mengurangi akses terhadap situs-situs negatif seperti situs judi. Supaya bisa terlaksana dengan baik, program ini dijalankan bersama provider layanan internet. Tanpa kerja sama tersebut maka pembatasan akses ini tidak akan berjalan. Pada umumnya, orang mengenal sistem atau program ini sebagai internet positif. Meskipun secara formalnya program ini dikenalkan dengan nama Trust+Positive.

Ide tentang Trust+Positive diluncurkan pada tahun 2014 oleh Kementrian Kominfo di bawah pengawasan Kementrian Hukum dan HAM. Tujuan dibuatnya program ini sudah jelas untuk memblokir atau membatasi situs-situs bermuatan negatif. Bukan hanya situs perjudian saja melainkan situs yang mengandung pornografi serta pelanggaran SARA. Ketika program ini berjalan maka otomatis alamat situs yang dituju tidak akan dibuka. Biasanya aka nada pesan dari provider internet yang menyatakan bahwa akses Anda dibatasi.

Adanya program ini sedikit banyak telah membantu dalam program larangan judi online data hk. Meskipun begitu, sebagai pengguna aktif internet, Anda harus ikut berperan aktif dalam pembatasan akses terhadap situs negatif, terutama situs perjudian. Karena bagaimana pun juga membuka tidaknya suatu situs tetap berada di tangan pengguna perangkat itu sendiri. Selain itu, program internet positif tidak selamanya aktif. Pada saat-saat tertentu, ketika Anda membuka situs bermuatan negatif tetap akan bisa terbuka.

Landasan Hukum Larangan Perjudian

Sebagai sebuat tindakan yang dilarang oleh pemerintah, larangan perjudian tentu saja tertulis dalam undang-undang. Sebelum adanya perjudian daring, perjudian konvensional sudah dilarang terlebih dahulu dengan menggunakan undang-undang tahun 1974. Dalam undang-undang tersebut, tertera berbagai jenis permainan judi apa saja yang dilarang. Mulai dari berbagai permainan judi kartu remi dan domino, tebak angka, sabung ayam dan banyak lagi.

Dengan perubahan zaman yang sudah semakin canggih, larangan perjudian biasa seperti ini tidak cukup untuk mengganjar para pelaku judi. Apalagi jika ini berkaitan dengan perjudian daring yang pada tahun 70-80an belum ada sama sekali. Oleh karena itu, pada tahun 2008, undang-undang baru terkait larangan judi online dikeluarkan. Perundang-undangan ini berkaitan dengan teknologi sehingga hukum yang dikeluarkan merupakan undang-undang ITE atau Informasi dan Transaksi Elektronik.

Larangan akan perjudian daring ini dimuat pada bab vii dari undang-undang ITE tentang “Perbuatan yang Dilarang”, pasal 27 ayat (3), pasal 28 ayat (2) yaitu menyebarkan kebencian, SARA serta informasi atau dokumen elektronik yang mengandung penghinaan dan pencemaran. Hal ini sejalan dengan program internet positif pemerintah yang kemudian dijalankan 6 tahun setelahnya untuk melengkapi tindak pencegahan dan pengurangan perilaku negatif ini.

Selain berisikan tentang larangan menyebarkan kebencian, SARA serta informasi atau dokumen elektronik yang mengandung penghinaan dan pencemaran, dalam undang-undang ini juga ditetapkan hukuman yang akan diganjarkan pada pelaku. Pelaku yang diketahui melakukan tindak perjudian akan mendapat hukuman kurungan beberapa tahun dan juga denda dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Jelas hal ini akan sangat merugikan bagi para pelaku dan juga orang-orang di sekitanya.

Hukuman yang dikenakan kepada orang yang melanggar larangan judi online ditetapkan pada undang-undang 19/2016 pasal 45 ayat (3) dan pasal 45/A ayat (2). Siapapun yang terlibat dalam perjudian, entah itu sebagai agen, bandar dan juga pemain akan mendapat hukuman kurunga atau penjara maksimal 4 tahun. Sedangkan untuk denda yang dikenakan maksimal mencapai 750 juta rupiah. Uang yang cukup besar jika dibandingkan dengan nilai uang taruhan yang terkadang tidak seberapa.

Tindakan perjudian bukan hanya merugikan diri pribadi, akan tetapi akan berdampak pada orang-orang di sekitar Anda. Tidak sedikit sebuah keluarga menjadi hancur karena kepala keluarga atau salah satu anggota keluarga lainnya terlibat dalam perjudian. Seseorang yang sudah kecanduan judi bisa melakukan apa saja demi keinginannya tercapai. Mulai dari meminjam uang ke lintah darat demi mendapat uang cepat, hingga menjual perabotan dalam rumah. Karena hal ini juga, pertengkaran dalam rumah tangga bisa terjadi.

Untuk mencegah semua hal negatif tersebut, maka ditetapkan peraturan larangan judi online. Selain untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, larangan ini juga membantu menjaga kestabilan dalam masyarakat. Saat sebuah negara sudah dipenuhi dengan orang-orang yang hanya gemar berjudi maka bangsa tersebut sudah dipenuhi dengan orang-orang pemalas yang tidak mau berusaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *